Lewati ke konten

Apa itu barcode produk? Beda EAN-13 dan Code 128, bisakah dibuat sendiri

Beda barcode EAN-13 dan Code 128, arti awalan 885, mana yang bisa dibuat sendiri dan mana yang harus diminta dari GS1 Thailand sebelum masuk ke ritel modern, cara mencetak agar mudah dipindai, dan memilih alat pemindai.

Tim AooCommerce · 8 Okt 2026 · 8 menit baca

Barcode adalah kode produk yang ditulis dalam bentuk garis hitam putih agar bisa dibaca pemindai tanpa perlu diketik. Barcode membuat penjualan di toko, pengemasan, dan penghitungan stok lebih cepat dan lebih sedikit salah. Ada dua jenis barcode yang paling sering ditemui toko, yaitu EAN-13 yang terlihat pada produk di mal dan supermarket, serta Code 128 yang dipakai di dalam toko atau gudang.

Ringkasan singkat

Lihat ringkasan
  • Untuk toko/gudang sendiri: buat Code 128 dari kode SKU langsung, gratis, tanpa perlu izin siapa pun
  • Memasok ke department store atau ritel besar: wajib memakai EAN-13 yang terdaftar di GS1 Thailand
  • Awalan 885 adalah kode yang diterbitkan GS1 Thailand, tidak bisa dibuat sendiri
  • Digit terakhir EAN-13 adalah digit pemeriksa yang dihitung dari 12 digit pertama
  • Cetak hitam di atas putih, beri margin kosong di kedua sisi, jangan ditarik atau dipadatkan, dan uji pindai sebelum mencetak banyak

Apa itu EAN-13?

EAN-13 adalah barcode angka 13 digit yang dipakai di seluruh dunia untuk produk ritel. Tiga digit pertama menunjukkan negara anggota GS1 yang menerbitkan kode tersebut. Produk yang diawali 885 memakai kode yang diterbitkan GS1 Thailand. Angka berikutnya adalah kode perusahaan dan kode produk, dan digit terakhir adalah digit pemeriksa yang dihitung dari 12 digit pertama untuk mencegah salah ketik atau salah pindai.

Contoh: jika 12 digit pertama adalah 885123456789, digit pemeriksanya 8, sehingga kode lengkapnya 8851234567898 (angka rekaan, bukan kode asli produk apa pun).

Penting: jika ingin memasok produk ke department store, minimarket, atau ritel yang memakai sistem pindai terpusat, Anda wajib memakai kode EAN yang terdaftar di GS1 Thailand (สถาบันรหัสสากล). Anda tidak bisa membuat nomor 885 sendiri karena bisa sama dengan produk perusahaan lain.

Bagaimana menghitung digit pemeriksa?

  • Jumlahkan digit ke-1, 3, 5, 7, 9, 11 (dihitung dari kiri) → 8+5+2+4+6+8 = 33
  • Jumlahkan digit ke-2, 4, 6, 8, 10, 12 lalu kalikan 3 → (8+1+3+5+7+9) × 3 = 99
  • Jumlahkan kedua hasil → 33 + 99 = 132
  • Cari berapa lagi yang dibutuhkan untuk mencapai kelipatan sepuluh berikutnya → 140 − 132 = 8, itulah digit pemeriksanya

Alat gratis, tanpa daftar

Pembuat Barcode Produk

Tidak perlu menghitung sendiri — alat pembuat barcode menghitung digit pemeriksa secara otomatis dan memberi peringatan jika kode yang dimasukkan salah.

Pakai alat gratis

Apa itu Code 128?

Code 128 bisa berisi huruf dan angka dengan panjang yang tidak tetap, sehingga cocok untuk menjadikan kode produk (SKU) milik toko sendiri sebagai barcode, misalnya TS-WH-M. Bisa langsung ditempel di produk, rak, atau kardus di gudang tanpa perlu mendaftar ke mana pun, tetapi hanya berlaku di dalam sistem toko Anda sendiri.

Toko saya sebaiknya pakai yang mana?

  • Jualan online, toko sendiri, atau untuk menghitung stok: Code 128 dari SKU toko — cepat dan gratis
  • Produk sudah punya kode EAN dari pabrik: langsung pakai kode yang ada di kemasan
  • Ingin memasok ke department store atau ritel besar: daftar menjadi anggota GS1 Thailand untuk mendapatkan kode EAN-13 merek sendiri

Cara mengajukan kode EAN ke GS1 Thailand

  • Daftar menjadi anggota GS1 Thailand (สถาบันรหัสสากล, di bawah Federasi Industri Thailand) atas nama perusahaan atau pemilik merek
  • Pilih jumlah kode yang cukup untuk semua produk (hitung setiap warna, ukuran, dan ukuran kemasan secara terpisah)
  • Bayar biaya keanggotaan sesuai tarif yang ditetapkan GS1 Thailand
  • Dapatkan kode perusahaan, lalu tentukan sendiri kode produk untuk setiap barang di belakangnya
  • Buat gambar barcode EAN-13 dari kode tersebut, lalu cetak di kemasan atau stiker

Untuk rincian biaya keanggotaan dan dokumen yang diperlukan, lihat langsung situs web GS1 Thailand karena ketentuannya diperbarui dari waktu ke waktu.

Cara mencetak barcode agar mudah dipindai

  • Hanya garis hitam di atas latar putih — hindari latar berwarna atau kertas mengilap yang memantulkan cahaya
  • Sisakan margin kosong di kiri dan kanan barcode (quiet zone), jangan biarkan teks atau tepi stiker menempel ke garis
  • Jangan diperkecil sampai garisnya terlalu tipis, dan jangan menarik gambar sampai proporsinya berubah
  • Cetak dengan resolusi penuh, bukan dari tangkapan layar
  • Selalu cetak lembar pertama dan uji pindai dulu, baru cetak dalam jumlah banyak

Stiker A4 ukuran mana yang bagus?

  • 3 × 8 (24 label) — label besar, muat nama dan harga dengan lega, cocok untuk kotak dan kantong
  • 4 × 10 (40 label) — ukuran sedang, cocok untuk sebagian besar produk
  • 5 × 13 (65 label) — label kecil, hemat kertas, cocok untuk barang kecil atau label rak
  • 2 × 5 (10 label) — label sangat besar, cocok untuk kardus di gudang atau peti barang

Memilih alat pemindai barcode

  • Pemindai 1D bisa membaca barcode garis seperti EAN-13 dan Code 128, harganya terjangkau
  • Pemindai 2D bisa membaca barcode garis sekaligus QR Code, lebih fleksibel
  • Sebagian besar pemindai USB atau Bluetooth bekerja seperti keyboard: begitu dipindai, kode langsung terketik di kolom yang dipilih

Buat barcode gratis, langsung cetak di A4

Alat gratis, tanpa daftar

Pembuat Barcode Produk

Gunakan alat pembuat barcode online dari AooCommerce secara gratis tanpa daftar. Mendukung Code 128 dan EAN-13 (digit pemeriksa dihitung otomatis), bisa menempel daftar dari Excel untuk seluruh toko sekaligus, mengunduh gambar PNG atau SVG, atau mencetak lembar stiker A4 ukuran 3×8, 4×10, 5×13, dan 2×5.

Pakai alat gratis

Memakai barcode untuk menghitung stok dan ingin stok terpotong otomatis di semua kanal? Lihat sistem stok AooCommerce, atau baca juga tentang manajemen stok.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bisakah membuat barcode produk sendiri?+

Bisa, jika dipakai di dalam toko atau gudang sendiri — langsung gunakan Code 128 dari kode produk toko. Namun jika ingin memasok ke department store atau ritel besar, Anda wajib memakai kode EAN-13 yang terdaftar di GS1 Thailand.

Apa arti barcode yang diawali 885?+

Kode EAN yang diawali 885 diterbitkan oleh GS1 Thailand (สถาบันรหัสสากล) dan dipakai untuk produk perusahaan anggotanya.

Apa digit terakhir pada EAN-13?+

Digit pemeriksa (check digit) yang dihitung dari 12 digit pertama. Pemindai memakainya untuk memastikan kode terbaca dengan benar. Alat pembuat barcode AooCommerce menghitungnya secara otomatis.

Apa beda Code 128 dan EAN-13?+

Code 128 bisa berisi huruf dan angka sehingga SKU toko bisa langsung dipakai, tetapi hanya untuk internal toko. EAN-13 berupa 13 digit angka yang wajib didaftarkan ke GS1 dan dipakai untuk produk ritel di seluruh dunia.

Bagaimana cara mendapatkan barcode dari GS1 Thailand?+

Daftar menjadi anggota GS1 Thailand (สถาบันรหัสสากล), pilih jumlah kode yang cukup untuk produk Anda, bayar biaya keanggotaan, lalu gunakan kode perusahaan yang didapat untuk menentukan kode setiap produk. Rincian biaya ada di situs web GS1 Thailand.

Barcode yang dicetak tidak bisa dipindai, bagaimana mengatasinya?+

Pastikan dicetak garis hitam di atas putih, ada margin kosong di kedua sisi, tidak diperkecil terlalu kecil atau ditarik sampai proporsinya berubah, dan dicetak dari file resolusi penuh, bukan tangkapan layar.

Stiker barcode A4 ukuran mana yang sebaiknya dipakai?+

Ukuran 4×10 (40 label) cocok untuk sebagian besar produk. Jika ingin nama dan harga terlihat jelas, pakai 3×8 (24 label); untuk barang kecil pakai 5×13 (65 label).

Biarkan sistem mengurus belakang toko, Anda santai saja

AooCommerce menyatukan chat, pesanan, dan stok dari semua kanal. Daftar gratis, tanpa kartu kredit.

Baca juga